2. Bahasa Indonesia

Materi Bahasa Indonesia kelas 9 Bab Pidato Persuasif

Bab I. Menyampaikan Pidato Persuasif

A. Mengidentifikasi Informasi tentang Pidato Persuasif

Pidato persuasif merupakan seni mengungkapkan pendapat secara jelas dan logis. Tujuannya meyakinkan audiens untuk melakukan sesuatu.

Ada tiga hal yang harus dipersiapkan dalam pidato yaitu pelajari topic, pahami tuuan dan pahami audiensi.

B. Menyimpulkan Hasil Identifikasi Pidato Persuasif

Unsur-unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kesimpulan dari pidato persuasif antara lain:

Pembukaan, apakah pidato memiliki pembukaan yang kuat? Pembukaan yang kuat ditunjukkan dengan lima unsure: (1) merebut perhatian. (2) hubungandengan audiensi. (3) kelayakan. (4) tujuan pidato. (5) peta jalan atau pokok-pokok piran pidato.

Isi, sebaiknya berisi pokok pikiran yang dengan alasan yang meyakinkan disusun secara logis dari sumber terpercaya.

Penutup, gunakan cara yang menarik dan mengesankan.

C. Menelaah Pidato Persuasif

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat menelaah pidato persuasif.

  • Bagaimana gaya atau cara pidatonya?
  • Lancar dan fasihkah dalam berpidato?
  • Perhatikan pembukaannya dan cara melibatkan emiso audiensinya.
  • Adakah pilihan kata yang kuat, emotif dan mengesankan?
  • Bagaimna cara mengakhiri pidatonya.

D. Menuangkan Gagasan, Pikiran, Arahan, atau Pesan dalam Pidato Persuasif

Pidato persuasif termasuk ke dalam teks eksposisi, yang umumnya dimulai dengan pendahuluan pernyataan posisi yang memberikan pendapat pengarang.

Dilanjutkan dengan serangkaian argument logis untuk meyakinkan audiensi, dan diakhiri dengan kesimpulan padangan pengarang.

Ciri-ciri kebahasaan teks eksposisi.

Nominalisasi (pembendaan)

merupakan proses tata bahasa mengubah kata kerja dan kata sifat menjadi kata benda. Fungsi nominalisasi adalah untuk menghubungkan makna antarkalimat.

Bentuk pasif dan kata ganti orang

Teks eksposisi umumnya ditulis bukan dalam bentuk orang pertama, melainkan lebih banyakmenggunakan istilah umum. Penggunaan bentuk pasif dilakukan agar ungkapannya lebih formal dan kuat.

Kosakata

Penggunaan istilah teknis dan abstrak sering dilakukan dalam pidato persuasif. Sinonim digunakan untuk menghindari pengulangan kata. Selain itu juga digunakan kata-kata emotif untuk melibatkan perasaan audiens.

Bab II. TEKS LAPORAN PERCOBAAN

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang berisi paparan tentang tujuan, proses, dan hasil percobaan. Teks laporan percobaan merupakan teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti.

Teks laporan percobaan umumnya digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Tujuan teks laporan hasil percobaan adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang hasil percobaan yang telah dibuat. Teks laporan hasil percobaan bersifat umum atau universal.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Percobaan

Dibawah ini merupakan beberapa ciri-ciri teks laporan hasil percobaan.

  • Melaporkan hasil percobaan.
  • Percobaan ilmiah dilakukan guna menguji sesuatu.
  • Teks laporan percobaan diawali dengan memaparkan tujuan percobaan.
  • Memaparkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melasanakan percobaan.
  • Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan dan melakukan pengamatan.
  • Memaparkan pencatatan hasil percobaan.
  • Diakhir laporan diaparkan simpulan hasil percobaan berdasarkan hasil analisis terhadap data hasil pengamatan.

Struktur Isi Teks Laporan Percobaan

Dibawah ini merupakan struktur teks laporan percobaan.

  • Judul.
  • Tujuan.
  • Bahan dan alat.
  • Langkah-langkah kegiatan.
  • Hasil percobaan.
  • Simpulan.

Cara Membuat Teks Laporan Percobaan

Cara membuat teks laporan percobaan adalah :

Menulis Struktur Teks Laporan Percobaan

Langkah pertama membuat teks laporan percobaan adalah membuat struktur teks laporan percobaan terlebih dahulu. Langkah ini dapat dimulai dari menulis judul. tujuan percobaan, alat dan bahan yang digunakan, dan langkah awal hingga akhir percobaan.

Kemudian, tulislah hasil percobaan dalam bentuk tabel, grafik, bagan atau gambar supaya pembaca lebih mudah untuk memahami hasilnya. Setelah semuanya selesai, tulislah kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan.

Mengembangkan Kerangka Menjadi Sebuah Teks

Setelah menyelesaikan kerangka tadi, kemudian kembangkanlah menjadi sebuah teks. Jangan lupa juga untuk memerhatikan kaidah kebahasaannya yang digunakan supaya teks percobaan mudah dipahami oleh pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Dibawah ini merupakan kaidah kebahasaan teks laporan percobaan.

Menggunakan Sinonim dan Antonim

Umumnya pada teks laporan percobaan terdapat kata yang bersinonim dan kata yang berantonim. Sinonim merupakan persamaan kata, sedangkan antonim merupakan lawan kata. Pada teks laporan percobaan, sinonim dan antonim biasanya terdapat pada bagian langkah-langkan percobaan.

Menggunakan Kata Bilangan

Kata bilangan pada teks laporan percobaan menunjukan jumlah bahan yang digunakan dalam percobaan.

Menggunakan Kalimat Perintah

Contoh kalimat perintah pada teks laporan percobaan diantaranya adalah siapkan, aduklah, hindari, tambahkan, tuangkan, sebaiknya, cmpurkan, dan lain sebagainya.

Menggunakan Kata Hubung

Selain menggunakan kata perintah, teks laporan percobaan juga menggunakan kata hubung. Cotoh kata hubung dalam teks laporan percobaan diantaranya adalah dan, tetapi, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, dan lainnya.

Bab III. CERPEN

Pengertian cerpen
Cerpen (cerita pendek) adalah prosa / karangan fiksi yang dapat selesai dibaca dalam sekali duduk. Jumlah kata dalam cerpen kurang dari sama dengan 10.000 kata.
Panca Fungsi Cerpen
1. Rekreatif (menghibur)
2. Diduktif (mendidik)
3. Estetis (keindahan)
4. Moralitas (tingkah laku)
5. Religius (agama)

Struktur Cerpen
1. Abstrak (pendahuluan)
2. Orientasi (pengenalan)
3. Komplikasi (munculnya masalah)
Komplikasi terdapat tiga jenis, yaitu:
A. Lahir (fisik)
B. Batin (perasaan)
C. Ide (pikiran)
4. Resolusi (belum munculnya solusi)
5. Evaluasi (penilaian)
6. Koda (Akhir cerpen)

Kaidah Bahasa Cerpen (Aturan cerpen)
1. Menggunakan pertanyaan retorik (pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban)
2. Menggunakan proses material.
3. Menggunakan diksi (pilihan kata) yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
4. Menggunakan gaya bahasa yang efektif (singkat, padat, jelas, dan mudah dipahami)
5. Komunikatif.

Unsur intrinsik cerpen
1. Alur
2. Tema
3. Amanat
4. Tokoh (protagonis, antagonis)
5. Latar (suasana, tempat, waktu)
6. Sudut pandang
7. Penokohan (sifat tokoh)

Unsur ekstrinsik cerpen
1. Latar belakang penulis
2. Pendidikan penulis
3. Agama penulis
4. Keadaan sosial budaya
5. Cara berpikir penulis